Judul : Rakyat belum merasakan manfaat ASEAN, Indonesia ingin buat terobosan
link : Rakyat belum merasakan manfaat ASEAN, Indonesia ingin buat terobosan
Rakyat belum merasakan manfaat ASEAN, Indonesia ingin buat terobosan

Merdeka.com – Indonesia sebagai salah satu anggota organisasi ASEAN hingga kini terus melakukan kontribusi dalam menjaga stabilitas dan kemajuan di kawasan, baik dari segi perdamaian maupun ekonomi. Kini, memasuki usia ke-50 ASEAN, Indonesia ingin melakukan terobosan baru dengan melibatkan rakyat untuk berpartisipasi dalam organisasi tersebut.
“Keberhasilan kita sejauh ini sudah terlihat dari segi menjaga stabilitas perdamaian, memajukan ekonomi, sampai melakukan interaksi lebih dekat dengan para pemangku kepentingan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir dalam acara Simposium 50 tahun ASEAN: Sentralitas dan Kesatuan ASEAN, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, (13/7).
“Karena itu kini kita merasa perlu untuk semakin mendekat dengan publik, dengan rakyat. Sebab bisa jadi selama ini mereka sudah mendapat manfaat adanya ASEAN, tetapi belum merasakannya,” tambahnya.
Fachir berpendapat, untuk merasakan manfaat tersebut rakyat juga harus secara aktif berpartisipasi dengan organisasi ASEAN untuk mendapat pencapaian yang lebih baik lagi.
“Kita ingin mendapat pandangan-pandangan baik karena sekarang kita sudah disebut sampai pada setengah track. Karena itu kita ingin mengombinasikan partisipasi pemerintah dan non pemerintah karena pada dasarnya ASEAN adalah people centre jadi tentu semua harus berpartisipasi,” jelasnya.
Adapun sejauh ini, kata Fachir, Indonesia sudah melakukan berbagai hal seperti mengedepankan kebersamaan maupun pembangunan inklusif sebagai ASEAN. Akan lebih baik jika semua pihak bisa menjadi bagian dari proses ini.
“Jika dibandingkan dengan kondisi global saat ini, keberhasilan kita mungkin adalah sebuah capaian yang patut disyukuri,” imbuhnya
“Tetapi tentu untuk menciptakan, menjaga, dan memanfaatkan kedamaian dan stabilitas saat ini, diperlukan usaha lebih keras. Sebab ke depannya bukan tidak mungkin kita mendapat tantangan atau perubahan dalam kondisi global atau regional, terutama dari segi keamanan. Kita memerlukan integrasi lebih mendekat dengan melakukan kerja sama,” pungkasnya. [pan]
