Kisah pasangan kekasih nyaris gagal nikah karena ledakan KUA


Judul : Kisah pasangan kekasih nyaris gagal nikah karena ledakan KUA
link : Kisah pasangan kekasih nyaris gagal nikah karena ledakan KUA


Kisah pasangan kekasih nyaris gagal nikah karena ledakan KUA



Merdeka.com – Sempat dibayang-bayangi ketakutan bakal gagal melangsungkan pernikahan, Arif (20) dan Feninda (19) akhirnya bisa bernapas lega. Pasangan tersebut takut batal menikah akibat adanya ledakan yang terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Sidareja yang mengakibatkan sejumlah kerusakan pada Rabu (5/7) lalu.


Pasangan kekasih ini akhirnya menjalani akad nikah tak biasa di musala balai desa Sidareja. Semestinya, Arif dan Feninda melangsungkan akad di KUA Sidareja pada Kamis (6/7) pukul 08.00. Tapi jadwal itu terpaksa berubah pada pukul 13.00 WIB.


Arif yang menggunakan peci hitam dan kemeja putih saat ditemui merdeka.com di halaman balai desa Sidareja mengatakan lega akhirnya bisa melangsungkan akad nikah. Dia mengaku baru mengetahui adanya kejadian ledakan KUA pada Rabu (5/7) malam dari pemberitahuan yang didapatnya di tempat dia tinggal, Desa Penyarang. Kabar ledakan itu, sontak saja membuat dia was-was bakal gagal melangsungkan pernikahan.


“Takut gagal,” ujarnya pendek sembari tersenyum didampingi Feninda yang menggunakan kebaya putih dan kerudung berwarna emas.


Akad nikah Arif dan Feninda di musala balai desa Sidareja berlangsung sederhana. Beberapa sanak keluarga mengantar dan mengikuti proses akad di ruang berukuran 2×2.


Feninda, istri Arif mengatakan juga cemas ketika mendengar kabar ledakan KUA. Dia sebagaimana Arif, juga takut gagal melangsungkan pernikahan padahal keluarga telah menyiapkan hajatan di desa. Dia tak kuasa menahan malu jika sampai gagal menikah.


“Alhamdulillah, akhirnya terlaksana. Hajatan sederhana saja di rumah,” ujarnya.


KUA Sidareja sendiri, usai peristiwa ledakan melakukan sejumlah perubahan jadwal beberapa pasangan pengantin. Semestinya, kemarin ada dua pasangan yang dijadwalkan menikah di KUA, namun terpaksa dialihkan ke balai desa karena kondisi yang tak memungkinkan.


“Akad nikah yang sudah masuk tetap dilangsungkan. Karena inikan menyangkut hajatan dan lain,” kata Kepala KUA Sidareja, Tabah Agung kepada merdeka.com.


Saat ini, di KUA Sidareja tim Inafis Mabes Polri masih melakukan pelengkapan penyelidikan terkait ledakan yang bersumber dari LPG 3 kg itu. Tim Inafis dikatakan oleh Kapolres Cilacap, AKBP Yudo Hermanto, memiliki alat lengkap untuk menunjang pengungkapan lebih maksimal. Terutama penulusuran sidik jari perilaku yang tertinggal di TKP. [dan]



قالب وردپرس


close