Ismi Ariniawati, Membawa Ciri Khas Jepara Sampai Ke Amerika Lewat


Judul : Ismi Ariniawati, Membawa Ciri Khas Jepara Sampai Ke Amerika Lewat
link : Ismi Ariniawati, Membawa Ciri Khas Jepara Sampai Ke Amerika Lewat


Ismi Ariniawati, Membawa Ciri Khas Jepara Sampai Ke Amerika Lewat


Ismi Ariniawati, atau yang sering disapa Nia, berani membranding dirinya sebagai salah satu putri terbaik Jepara yang mampu unjuk gigi di luar negeri. Berkat beasiswa YSELIA yang diraihnya, alumni Jurusan Gizi Kesehatan Masyarat Universitas Diponegoro ini bisa belajar secara “gratis” sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia khususnya Jepara di Amerika.


Bahkan karena ke-khas-annya itulah, saat berada di Amerika, ia kerap disapa “jepara”. Penasaran bagaimana kisah inspiratif dari Nia saat belajar di Negeri Paman Sam, dan apa kesan Nia dengan julukan “jepara” yang melekat pada dirinya? Jawaban selengkapnya, simak di Q & A Avoskin di bawah ini, ya!


Bagaimana awal perjalanan Nia mendapatkan beasiswa ke luar negeri?


Oktober 2016 aku mendaftar YSEALI Academic Fellowship yang diprakasai oleh presiden Amerika ke , Barack Obama. Awalnya aku nggak menyangka bisa lolos dengan persaingan yang begitu kompetitif. Aku tahu program beasiswa ini pun baru di tahun 2016, sementara programnya sudah ada sejak tahun 2013.



dokumen pribadi



Apa yang memotivasi kamu untuk mengikuti beasiswa tersebut?


Pada awalnya aku nggak percaya diri, terlebih dengan kemampuan bahasa inggrisku yang masih kurang. Tapi setelah sharing dengan alumni YSEALI, keyakinan itu semakin muncul. Akhirnya aku beranikan diri mendaftar. Aku anaknya sangat haus belajar, selalu ingin bisa dimentorin sama orang-orang yang menginspirasi. Semakin saya belajar, semakin saya tahu bahwa saya ini bodoh. Jadi semakin ingin belajar dan belajar lagi, sehingga jauh dari rasa sombong. Ditambah aku memang tertarik dengan tema sosialpreneur yang menjadi topik utama program YSEALI.


Kegiatan selama di Amerika apa saja?


Setiap senin sampai jumat saya ngampus di University Of Connecticut tentang sosial entrepreneurship. Bagaimana kita membuat bisnis, while in the time juga memberikan dampak pada masyarakat. Setiap hari rabu, saya melakukan kunjungan ke komunitas dan lsm untuk mengetahui kondisi sosial di sana.


Di sana saya pun ikut berpartisipasi dengan pernah ikut mengajar anak-anak SD. Saya belajar dari mereka langsung bahwa pendidikan di Indonesia sangat berbeda dengan di Amerika. Dimana di Amerika lebih mengedepankan fun learning dan softskill.



dokumen pribadi



Terkenal dengan julukan jepara, apa yang membuat julukan itu melekat pada dirimu?


Sejak diterima beasiswa, saya bertekad untuk memperkenalkan budaya Jepara ke masyarakat Amerika. Pokoknya, saya belajar tentang sejarah, tentang kartini, kearifan budaya, ukiran, dan batik troso. Saya sudah mempersiapkan bahwa saya adalah delegasi dari Jepara, Indonesia. Oleh karena itu, saya selalu mengucapkan dan mendengungkan nama jepara, kartini, ukiran dan troso saat berada di sana. Saya ingin mewakili bahwa saya ini orang ndeso dari Jepara yang bisa menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam ini berkat seorang kartini. Karena itulah temen-temen sering manggil saya jepara.


Bagaimana kamu memperkenalkan budaya Jepara ke warga asing?


Lewat diskusi, ada kegiatan culture night di sana. Di acara itu saya bercerita tentang sejarah Indonesia, hari kemerdekaannya kapan, budaya hingga makanan favorit. Aku juga sempat presentasi menggunakan baju kebaya, dan mereka suka melihatnya. Saya mencoba memposisikan diri bahwa saya adalah citra dari Jepara, jadi saya juga sering memakai baju dan tas yang terbuat dari kain troso.


Adakah momen yang paling membuatmu berkesan?


Ada. Saat itu usai mengajar anak-anak, mereka saya paksa untuk mencicipi kuliner Indonesia. Ya, mereka mau. Meski di sana cita rasanya tidak seperti di Indonesia, mereka tetap memuji. Terus, mereka juga saya ajak untuk menyanyikan lagu rasa sayange bersama-sama. Itu keren banget!



dokumen pribadi



Bagaimana respon masyarakat Amerika tentang budaya jepara?


Mereka sangat tertarik dengan budaya kita. Melihat saya menggunakan baju batik dan kebaya mereka selalu memuji penampilan saya. Bahkan, teman saya dari Malaysia malah sampai memesan batik untuk dikirim ke negaranya.


Setelah pulang ke Indonesia, apa yang ingin kamu bagikan?


Setelah saya lolos, saya bisa berbagi cerita. Berbagi ilmu yang sudah saya dapatkan saat di Amerika. Seperti yang dikatakan mentor saya, saya harus membagikan kebaikan yang sama seperti kebaikan dari mentor yang diberikan ke saya. Itulah yang menjadi tanggung jawab moral saya sampai kapanpun.


Baca Juga: Winny, Solo Traveler Perempuan Asal Indonesia yang Sudah Kunjungi 20 Negara Di Dunia


Sepulang dari Amerika, sekarang kamu aktif dalam kegiatan apa?


Oh iya, dulu saya pernah berjanji, bila saya lolos beasiswa, saya akan kembali ke kampung halaman saya di Jepara. Karena sepertinya di sana lebih butuh saya untuk memberdayakan kampung halaman saya. Saya mencoba mendatangi komunitas dan organisasi sosial yang bisa diajak kerja bareng. Saya seneng banget fokus pada kegiatan yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Saya aktif di komunitas bank sampah, komunitas kartini, dan komunitas belajar ilalang yang fokus pada pendidikan dasar.



dokumen pribadi



Apa harapanmu untuk program sosial yang sedang kamu jalani sekarang?


Harapannya saya bisa membangun Solo Sehat, serta komunitas kesehatan di Jepara. Doakan tetap istiqomah dan bisa bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi lagi sehingga bisa membantu saya dalam mewujudkan mimpi saya ini.


Saya juga ingin menjadi penulis untuk membagikan kisah-kisah hidup saya, saya juga ingin menjadi pendidik, karena dengan begitu ilmu saya akan terus mengalir, dan saya juga ingin menjadi entrepreneur sejati dengan begitu saya bisa hidup dan menghidupi orang lain. dan saya ingin menjadi aktivitis sosial, dengan begitu saya bisa menciptakan bahagia saya sendiri.


Menurut kamu, apa yang harus dilakukan perempuan Indonesia untuk mewujudkan pesona cantik alami pada dirinya?


Baik saja tidak cukup. Kamu harus punya sesuatu agar hidupmu bermanfaat sehingga bisa menebarkan kebaikan dan membantu sesama. Generasi wanita harus banyak wanita berpendidikan, tidak hanya akademik tapi intelektual. Karena wanita adalah kunci kesuksesan suatu bangsa dan pembangunan bangsa. Dengan empowering women nantinya wanita cerdas akan melahirkan anak yang cerdas serta peduli.


Ismi Ariniawati membuktikan bahwa sebagai perempuan Indonesia kita harus percaya diri terhadap kemampuan diri dan berani untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi-mimpi tersebut! Siap bergegas menggapai mimpi mu, sahabat Avo? Ayo wujudkan semua mimpimu dengan pesona cantik alami dari dalam diri mulai detik ini!


 



قالب وردپرس


close