Awas Jangan Baper! Sebelum Mengikuti Jejak Song Joong Ki dan Song Hye Kyo, Pertimbangkan 8 Hal Ini Sebelum...


Judul : Awas Jangan Baper! Sebelum Mengikuti Jejak Song Joong Ki dan Song Hye Kyo, Pertimbangkan 8 Hal Ini Sebelum...
link : Awas Jangan Baper! Sebelum Mengikuti Jejak Song Joong Ki dan Song Hye Kyo, Pertimbangkan 8 Hal Ini Sebelum...


Awas Jangan Baper! Sebelum Mengikuti Jejak Song Joong Ki dan Song Hye Kyo, Pertimbangkan 8 Hal Ini Sebelum...


Berita pernikahan Song Joong Ki dan Song Hye Kyo sepertinya cukup membuat kaget dan heboh khalayak, khususnya para pecinta kpop. Bagaimana tidak, keduanya merupakan bintang asia yang memiliki segudang prestasi sebagai aktor maupun aktris sekaligus pencetak hitz maker drama dan film di industri hiburan Korea.


Melihat keserasian mereka, wajar jadi banyak yang baper alias jadi ikutan pengen cepet menikah. Ya, sebagai perempuan siapa sih yang nggak pengen menikah dengan seseorang yang dicintai. Tapi, menikah itu bukan perkara asal pengen dan siapa yang cepat, lho. Ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menikah.


Untuk itu, sebelum kamu baper pengen segera menikah, sebaiknya pertimbangkan dulu 8 hal ini supaya kamu benar-benar mantap untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Jawab dengan jujur, dan temukan sejauh mana kesiapanmu menghadapi pernikahan!


1. Apakah Kamu Sudah Yakin Dengan Pasanganmu Sekarang?



allkpop.com



Pertanyaan mendasar yang seharusnya bisa kamu jawab adalah, seberapa besar keyakinanmu pada pasangan. Mengingat menikah bukan sekedar pacaran yang bisa kapan saja putus. Pikirkan matang-matang, sebab pasangan yang akan kamu pilih kelak akan menjadi pasangan seumur hidupmu.


Berbeda dengan pacaran, menikah itu sakral yang harus kamu jalani dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Kamu tidak hanya akan berpikir untuk hari ini, namun juga untuk tahun-tahun berikutnya. Untuk mengetahui seberapa yakin dirimu terhadap dia, sederhanya kamu bisa bertanya pada hatimu, apakah kamu juga bahagia bila bersamanya? Jika kamu menjawab “ya” maka ia memang pantas dipikirkan untuk menjadi pendamping hidupmu seumur hidup. Kalau tidak, sudah jelas kan kalau dia bukan the one?


2. Sudahkah Kamu Percaya Dia Sepenuh Hati?



kabarmaya.co.id



Tidak mudah mempercayai seseorang, apalagi untuk mendapingi seumur hidup. Namun kepercayaan terhadap pasangan adalah salah satu landasan yang penting dalam membina sebuah komitmen pernikahan. Tanpa adanya alasan saling percaya, sebuah hubungan hanya akan tampak tidak sehat.


Meskipun mempercayai seseorang adalah sebuah risiko. Bisa jadi, sewaktu-waktu pasanganmu mengkhianati kepercayaanmu. Di sinilah letak ujiannya ketika kelak kamu sudah menikah dengannya. Apakah kamu kelak mampu mempercayainya kembali atau tidak. Tapi, rasa percaya juga merupakan hal yang indah. Dengan ini, kamu menunjukkan bahwa kamu ikhlas membuka bagian paling berharga dari dirimu untuk orang lain.


3. Dapatkah Dia Membawamu Kearah yang Lebih Baik?



weheartit.com



Jika jawabannya iya, kamu harus bersyukur, ladies! Pasangan yang bisa membawamu ke arah yang lebih baik tentu adalah idaman setiap orang. Dia akan membimbingmu, dan tidak segan untuk mengkritikmu dengan cara yang membangun. Tentu bersamanya, kamu bisa menjadi perempuan yang inspiratif, produktif, semangat, dan bahagia.


Apalagi dia adalah pasangan yang tepat untuk memotivasimu sepanjang waktu bisa menciptakan perbedaan. Seseorang yang bisa menjadikan dirimu lebih baik sebagai pendamping hidup adalah hadiah terindah bagi hidupmu.


Namun jika kamu temukan pasanganmu justru mengekangmu, membatasimu dalam meraih mimpi, bahkan destruktif terhadap dirimu, maka tidak ada kata lain selain sebaiknya segera kamu tinggalkan.


4. Apakah Dia Seseorang yang Mandiri dan Mendukung Mimpimu?



en.yibada.com



Karena menikah itu untuk selamanya, maka kamu juga harus tahu bagaimana karakter calon suamimu. Pilihlah dia yang memiliki jiwa mandiri dan mau bekerja keras. Pria yang mandiri akan lebih mampu memimpin rumah tangganya. Sebab, kelak dalam menjalankan rumah tangga tidak ada jaminan bahwa kamu akan selalu dalam keadaan “enak”.


Karakter ini menjadi penting karena saat mengalami kondisi yang tidak sesuai harapan, kamu dan suami tetap mau bekerja keras dan pantang menyerah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari tanpa harus meminta orang tua lagi.


Selain itu, pastikan pasanganmu mengetahui apa saja mimpi-mimpimu dan pastikan pula ia siap mendukungnya! Dengan begitu pernikahan tidak dianggap sebagai gerbang pembatas, namun sebagai langkah untuk melanjutkan mimpi-mimpimu.


Pasangan yang mendukung kesuksesanmu pasti akan dengan senang hati memberikan masukan tambahan untuk ide-ide barumu. Dia tentu juga akan lebih toleran dan mengerti keadaanmu yang harus bertemu orang lain maupun menjalin relasi. Sehingga sifat cemburu yang berlebihan seharusnya tidak akan muncul, bukan?


Baca Juga: Kata Siapa Semua Perempuan Matre? Inilah 5 Tanda Kamu Perempuan Realistis, Bukan Matre!


5. Bagaimana Hubungan Dengan Keluarga?



dramafever.com



Pernikahan bukan hanya tentang kamu dan pasanganmu, tapi juga keluarga kedua belah pihak. Hubungan pasanganmu dengan keluarganya bisa kamu jadikan pertimbangan untuk memutuskan pantaskah ia dijadikan sebagai pasangan hidupmu kelak. Jika hubungan dia dengan keluarganya kurang baik, sering berkata kasar atau pemarah misal, bisa jadi kemungkinan besar kelak kamu juga mengalami hal yang sama.


Begitu pula kamu juga harus mengamati bagaimana pasanganmu memperlakukan ibu dan saudara perempuannya. Apakah dia santun dan lembut dalam memperlakukan kedua orang tuamu? Jika iya, maka percayalah itu adalah sikap asli kelembutannya dan cara dia dalam menyayangimu sebagai istrinya nanti.


Pertimbangkan pula, apakah dia juga bersikap baik dengan keluargamu? Jika ia bisa ngobrol asyik dan mengambil hati kedua orang tuamu, tak ada salahnya untuk menjadikan dia suamimu di masa depan.


6. Siapkah Kalian Untuk Berbagi Dalam Suka dan Duka?



dramafever.com



Ini nih yang kudu dipersiapin dari awal! Menikah itu bagaikan mengarungi kapal di tengah samudera. Kamu bakal melewati masa-masa tenang, pun kamu juga akan melewati banyak badai. Nah ini yang akan mengukur seberapa kuat hubungan kalian.


Di awal pernikahan pasti rasanya semua indah, tapi kamu juga harus siap jika suatu saat kondisi itu tidak terjadi. Entah kamu menghadapi pertengkaran, maupun masalah rumah tangga lainnya kamu harus siap bertahan. Menghadapinya berbagai lika-liku kehidupan bersama suamimu dengan pikiran yang bijak. Menikah itu bukan perkara seberapa mewah acara resepsi yang kamu gelar, namun seberapa kuat kalian saling berbagi dalam suka maupun duka. Berbagi dari waktu ke waktu hingga maut yang memisahkan.


7. Sudahkah Menerima Kekurangan dan Kelebihan Masing-Masing?



en.koreaportal.com



Memang tidak mudah menyatukan dua kepala dengan karakter yang berbeda. Namun hal tersebut bisa diatasi jika kamu dan pasanganmu sudah bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Misalnya, calon suamimu tidak suka diganggu ketika bekerja, sebagai istrinya kelak, berusahalah tidak mengganggunya ketika bekerja. Begitu pula sebaliknya, suami pun juga harus tahu apa yang kamu suka dan tidak suka. Yang terpenting, jangan pernah menuntut berlebihan hingga kalian berdua justru tidak menjadi diri sendiri. Hal ini malah akan membuat kondisi hubunganmu tidak sehat dan seakan hanya pura-pura.


Nah, jika kamu sudah menemukan sosok yang memahami dirimu dan mampu mengimbangi egomu, tak ada salahnya lho untuk berkata “ya” ke tahap pernikahan.


8. Sudahkan Siap Secara Moril dan Materil?



kpopstarz.com



Jika secara mental kamu sudah siap, pertanyaan selanjutnya adalah seberapa siap materi kalian untuk menghadapi pernikahan? Memang bukan jadi yang pokok sih, tapi hal ini bisa jadi bahan sensitif bagi kedua keluarga. Jadi sebaiknya kamu juga harus mempersiapkan matang-matang.


Misalnya, kesiapan tempat tinggal. Banyak pasangan yang segan untuk tetap tinggal bersama orangtua atau mertua. Hal ini sangat beralasan kok bisa karena gengsi, atau juga karena keinginan bersama untuk mandiri dan ingin bebas tidak mau ada pihak yang ikut campur. Tapi, kalau belum ada tempat tinggal bersama dan dana yang dimiliki bersama belum bisa membeli rumah mau bagaimana? Setidaknya kalian bisa mengontrak rumah.


Pikirkan pula bagaimana biaya pernikahan yang tidak sedikit. Memang kalau ini tergantung pada masing-masing pasangan, ya. Ada yang ingin menyelenggarakan pernikahan sederhana ataupun pesta dengan berbagai macam konsep acara.


Jika 8 pertanyaan di atas ini kamu jawab iya, berati kemungkinan besar kamu memang sudah benar-benar siap untuk memasuki jenjang pernikahan. Namun jika mayoritas masih kamu jawab tidak, tak perlu khawatir. Kini gunakan waktumu untuk memantaskan diri baik dari moril ataupun materil. Sehingga jika waktunya telah datang, kamu sudah siap melangkah ke jenjang pernikahan bersama pasanganmu. 🙂


 


 



قالب وردپرس


close